gnu_linux_tux_coffee_logo_starbucks_tux-555pxJika ingin Linux memasyarakat di Indonesia, STOP pemikiran bahwa linux akan berkembang dengan sendirinya. Tanpa pemasaran yang baik, dijamin linux akan bernasib seperti penguin dikebon binatang, hanya dijadikan tontonan dan tidak akan pernah keluar dari kandang.

Berikut adalah beberapa tip dan trik yang saya dapat dari pengalaman selama ini dalam sosialisasi linux dan pemanfaatan linux untuk menunjang kegiatan usaha.

1. Kemasan produk.
Produk yang laris manis dipengaruhi oleh kemasan yang menarik, Ini fakta dalam dunia perdagangan. Oleh karena itu jika ingin memasarkan Linux, kemaslah semenarik mungkin. ISO Linux bisa di download dengan bebas, tapi tergantung kecepatan internet. Dengan bandwidth internet rata-rata, dan besar ISO mulai 600MB sampai 4GB, tentunya tidak semua masyarakat mampu mengunduh via internet. Ada baiknya dibuat dalam bentuk CD/DVD dengan Cover dan Case yang menarik, yang dapat diedarkan/dijual dengan harga terjangkau.
Bundling dengan buku panduan, tentunya menaikkan nilai jual. Pengguna tidak akan kerepotan mencari manual book, dan tentunya memudahkan mereka dalam secepatnya mencoba dan menerapkan Linux di komputernya. Usahakan buku yang dibundling dalam bahasa indonesia, dapat disertakan dengan buku cetak yang dijual bebas atau dibuat buku panduan sendiri.
Penambahan aksesoris, meskipun tidak berpengaruh dari segi teknis, tapi merupakan cara terbaik untuk membangun brand image. Aksesoris bisa berupa stiker, boneka, gantungan kunci, dll bahkan bisa kaos, tergantung pilihan pemasaran.
2. Dukungan teknis.
Masyarakat yang baru dikenalkan dengan linux akan tertarik oleh tampilan desktopnya yang memukau, dan (sialnya) akan segera meninggalkannya setelah tahu bahwa mereka menemui kesulitan yang tidak semua orang bisa membantu solusinya.
Dukungan teknis adalah hal utama suatu produk bisa berkembang. Semakin mudah masyarakat mendapatkan dukungan jika mereka ada kesulitan, semakin berkembang dan loyal mereka menggunakan produk tersebut.
Dukungan teknis untuk Linux secara umum diperoleh dari Forum Diskusi. Disana tersedia puluhan, ratusan, bahkan ribuan tutorial, tip dan trik, serta solusi pemecahan masalah, yang dapat diakses dengan gratis dan bebas. Tapi forum diskusi juga menimbulkan masalah bagi beberapa segmentasi pengguna. Pengguna yang memang seorang geeks atau teknisi, tidak masalah jika menghabiskan waktu berhari-hari memelototi dan mencoba setiap solusi yang ada di forum diskusi, tapi masyarakat pada umumnya yang suka praktis dan ingin mendapat solusi secara cepat akan kesulitan disana.
Solusinya adalah menyediakan dukungan teknis berbayar. Hal ini bisa melalui sistem pelaporan via ticket, konsultasi online, remote system, bahkan melalui layanan perbaikan di tempat (onsite). Tentunya dengan promosi yang menarik dan harga terjangkau, layanan-layanan semacam ini mampu berkembang pesat dimasyarakat, dan juga ikut membantu sosialisasi penggunaan linux secara umum.
Bagi perusahaan yang menjalankan bisnis inti tertentu dan menggunakan Linux sebagai penunjang operasionalnya, dukungan teknis berbayar adalah jaminan utama untuk kelangsungan usahanya, dan mereka tidak akan ragu untuk merogoh kocek dalam mendapatkan dukungan professional.
3. Sosialisasi.
Bagaimana suatu produk bisa dikenal, kalo tidak dikenalkan secara langsung ke masyarakat. Sosialisasi dapat dimulai dari media online. Banyak sekali situs jejaring sosial yang dapat digunakan untuk membentuk group/komunitas dunia maya. Dari sana dapat digunakan untuk mengenalkan Linux dan menghimpun massa. Blog juga penting. Dengan blog seorang pengguna dapat menuliskan pengalaman dan tutorial cara menggunakan Linux. Dan tak kalah pentingnya adalah Forum Diskusi Online. Disanalah sebenarnya wujud Komunitas Linux berada. Forum diskusi menyediakan segala hal dalam kegiatan saling berbagi diantara anggota.
Meskipun sosialisasi di dunia maya mampu mengangkat pamor Linux, tapi yang paling penting dari itu semua adalah sosialisasi lapangan, yaitu langsung terjun mengenalkan ke masyarakat. Masyarakat belum tentu tertarik untuk gabung dengan komunitas dunia maya, pertama karena mereka tidak tahu, dan kedua mungkin karena pembahasan disana terlalu teknis, jadi agak segan untuk bergabung dan bertanya-tanya lebih jauh. Sosialisasi lapangan dapat berupa mengadakan seminar, workshop, roadshow, atau talkshow, baik dengan masyarakat umum, mahasiswa atau pelajar, dan karyawan suatu perusahaan atau instansi pemerintah.
Usahakan pengenalan dimulai dari dasar, yaitu Apa kegunaan Linux bagi Kehidupan dan Pekerjaan mereka, jangan langsung dicecar dengan masalah teknis. Seseorang yang mendapati bahwa linux mampu digunakan untuk menunjang hidupnya lebih loyal dibanding orang yang hanya tertarik dari sisi teknik nya saja.
4. Iklan … Iklan… Iklan… !
Mengapa produk-produk ternama yang sudah tidak asing ditelinga masyarakat masih rajin iklan di media massa?
Jawabnya adalah untuk penguatan brand image, mengenalkan fitur baru, dan memberikan persepsi ke masyarakat kalo produk tersebut masih eksis, hal ini untuk mendongkrak penjualan.
Linux juga harus diiklankan. Iklan bisa berupa pemasangan info di media massa, spanduk di tempat umum atau tempat usaha, dan bahkan mengadakan kegiatan promosi lainnya. Iklan haruslah kreatif, mampu menarik perhatian masyarakat, dan mampu menjabarkan kelebihan Linux dibanding produk pesaing.
5. Let’s talk about business
Terakhir, mengapa suatu produk kok repot-repot dipasarkan oleh produsennya? Yup, karena mereka bisa mendapat benefit dari produk tersebut jika produk tersebut beredar luas dan dipakai oleh konsumen.
Demikian juga dengan linux. Apa untungnya pake Linux? Hal ini yang harus dijawab terlebih dahulu, sebelum mencekoki masyarakat dengan hal-hal teknis.
Linux server jelas memiliki keuntungan daya jual yang tinggi. Kebutuhan akan server yang handal, masih menjadi kewajiban bagi perusahaan, instansi, dan lembaga-lembaga pendidikan. Ditambah dengan banyaknya developer linux yang mendukung teknis secara resmi, dapat menambah nilai jual Linux server, yang unjung-ujungnya menguntungkan dan dapat menambah penghasilan bagi orang yang menguasainya.
Linux desktop sebaliknya, jarang sekali dukungan teknis resmi diberikan oleh developer, ditambah gaya distribusi linux desktop yang gratis, membuat persepsi masyarakat akan linux desktop adalah barang gratisan. Tapi ada sisi lain yang bisa dijual dari linux desktop. Membundling Linux desktop dengan hardware/PC juga merupakan ide yang menarik. Dan menawarkan penjualan paket OS + dukungan teknis untuk beberapa periode, juga merupakan cara kreatif dalam menaikkan nilai jual Linux desktop.
Edukasi ke masyarakat akan kegunaan Linux Desktop yang dapat menunjang pekerjaan mereka, dapat meminimalisir resiko kerusakan, dan segala kelebihan lainnya, akan mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan Linux dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Informasikan dengan baik, bahwa ada keuntungan secara finansial bagi mereka, baik langsung maupun tidak langsung jika menggunakan Linux.
oleh Andi Micro –

seorang penghobby teknologi, penulis, dan wirausaha yang bercita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Founder Komunitas ClearOS Indonesia serta Owner PT. Netsindo Sentra Computama ini dapat dihubungi di email : andi.micro [at] netsindo.com
Share