Sebuah pertanyaan yang perlu diajukan ketika Anda merasa bahwa Anda sudah mahir di bidang Teknologi Informasi (TI). Benar, bahwa bidang TI saat ini dapat dipelajari secara mandiri tanpa harus di bawah bimbingan seorang guru. Sumber informasi untuk belajar TI saat ini sudah banyak sekali tersebar melalui buku-buku yang ada. Bahkan di dunia mayapun referensi untuk belajar TI itu secara otodidak sudah berserakan. Tinggal kita pilih mau mempelajari apa dan ingin mahir di bidang apa?

Setelah Anda merasa mahir, siapa yang mengakui bahwa Anda sudah mahir? Apakah teman-teman Anda? Saudara Anda atau hanya Anda sendiri yang mengakuinya? Tentu saja pengakuan itu belumlah cukup dan dapat menimbulkan keraguan bagi pihak lain. Terutama bagi Anda yang ingin mejadikan bekal keterampilan atau kompetensi di bdang TI tersebut agar bisa mendapatkan pekerjaan atau ingin menjadi konsultan di bidang TI. Tentu saja tidaklah cukup hanya sekedar pengakuan saja.

Agar pihak lain dapat memercayainya, maka Anda perlu menunjukkan bukti berupa sertifikat kompetensi bahwa Anda memang sudah mahir dan kompeten di bidang itu. Dan sertifikat kompetensi ini, hanya bisa didapatkan melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang resmi yang mendapatkan lisensi dari badan yang berwenang sesuai dengan bidang kompetensinya. Untuk itu, maka Anda perlu mengikuti serangkaian tahapan Uji Kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang berlisensi resmi tersebut.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang No.20/2003 (pasal 61) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No.19/2005 (pasal 89) tentang Standar Nasional Pendidikan serta Peraturan Kementerian Pendidikan Nasional No.70/2008 tentang Uji Kompetensi, hanya lembaga yang telah memiliki lisensi saja yang boleh memberikan pengakuan secara resmi terhadap kompetensi seseorang dalam bentuk Sertifikat Kompetensi. Contohnya Lembaga Sertifikasi Kompetensi Teknologi Informasi (LSK-TIK) atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika, LSP TIK dan sebagainya melalui TUK-TUK yang ada.

Apabila seseorang telah mengikuti sertifikasi di bidang TI sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh TUK, dan hasilnya dinyatakan KOMPETEN, maka orang tersebut berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi sebagai bukti pengakuan atau penghargaan terhadap kompetensi TI yang ia miliki. Jadi pihak lain yang membutuhkan kompetensi yang bersangkutan, sudah tidak ragu-ragu lagi, karena yang bersangkutan telah mendapatkan pengakuan secara resmi dari lembaga yang memiliki otoritas di bidang itu. Salam Kompetensi.

Mgs. Hendri Toyib
Dosen Pengajar
Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikrihendrimgs@nurulfikri.ac.id

Share