Tanpa disadari, Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia modern. Internet digunakan, dari sekedar browsing, main game, bertukar informasi di social media, sampai untuk kerja dan juga untuk berbisnis.
Berbisnis di internet telah menjadi cara yang harus diketahui dan dilakukan oleh setiap pelaku dunia usaha. Ini karena pengguna internet saat ini sudah milyaran orang yang menjangkau seluruh dunia. Intenet telah menjadi tempat untuk berpromosi, bertransaksi, berjual beli, dan saling memenuhi kebutuhan.

Bagi dunia usaha, ada beberapa jenis model bisnis untuk mendapatkan penghasilan melalui internet. Berikut adalah model-model yang paling umum dilakukan perusahaan-perusahaan di dunia.

Production based model, yaitu pendapatan dari penjualan produk barang atau jasa yang dibuat sendiri secara langsung melalui internet, contohnya adalah penjualan produk secara langsung melalui internet seperti Dell, HP Compaq, Acer, dan Asus. Perusahaan-perusahaan ini menjual langsung produknya melalui internet selain melalui distributor.

Mark up based model, yaitu pendapatan berasal dari selisih harga yang dijual dengan harga beli dari suplier, biasanya didapatkan oleh toko online, virtual merchant, e-shop, dan e-retailer, contohnya adalah E*Trade dan Amazon.com.

Commission based model, yaitu pendapatan fee atas transaksi berdasarkan ukuran dari transaksi, biasanya didapat oleh pihak ketiga (intermediary) yang menjadi penyedia website tempat berjual beli atau penyedia alat pembayaran, contohnya adalah eBay, Google Play, Apple Store, Paypal.
Advertising based model, yaitu pendapatan dari iklan yang dipasang pada website yang menarik banyak pengunjung, biasanya didapatkan oleh portal berita dan website populer, contohnya Google, Yahoo, MSN, dan Facebook.

Referral based model, yaitu pendapatan dari fee atas mengarahkan pengunjung ke website perusahaan lain biasanya didapatkan oleh perusahaan penyedia search engine, contohnya Google dan Yahoo.
Fee for service based model, yaitu pendapatan fee berdasarkan berapa lama atau berapa banyak user menggunakan service, misalnya perusahaan penyedia webhosting, email account, dan Application Service Provider (ASP) seperti Microsoft dan Adobe.

Dalam prakteknya, suatu perusahaan bisa memiliki lebih dari satu bentuk model bisnis di atas. Perusahaan IT kelas dunia seperti Google, Yahoo, serta Microsoft memiliki beberapa model bisnis sekaligus. Dengan mengenal model-model bisnis ini, semoga membuat kita lebih memahami dan menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih kreatif.

Lukman Rosyidi
Dosen Pengajar
Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

 

Share