Banyak sistem operasi komputer modern saat ini menggunakan Linux sebagai program inti (kernel), meskipun tidak dipopulerkan sebagai Linux. Contoh sistem operasi fenomenal dan sukses adalah Android, yang pada akhir 2012 telah menguasai lebih dari 70% pasar sistem operasi komputer seluruh dunia, khususnya untuk smartphone dan tablet pc. Kesuksesan Android itu tidak bisa lepas dari peran Linux dan cara pengembangan Open Source. Sistem operasi komputer dapat diartikan beragam, tergantung konteks atau situasinya. Secara awam, sistem operasi adalah program untuk menjalankan peralatan elektronik yang berisi microprocessor seperti netbook, notebook, desktop pc, smartphone, tablet pc, server, mainframe, smart tv, multimedia system di mobil dan pesawat terbang, perangkat jaringan komputer, VoIP, dan lain-lain. Jaman dulu, sistem operasi hanya diartikan sebagai program dasar untuk menyalakan komputer setelah program BIOS (Basic Input/Ouput System). Sistem operasi dulu, misal DOS dan Windows, tidak langsung menyertakan aplikasi, kecuali beberapa program dasar seperti editor teks sederhana. Saat ini, jika kita menyebut nama sebuah sistem operasi, kita akan membayangkan berbagai aplikasi yang disertakannya, misal aplikasi untuk web searching, chatting, blogging, photo editing, multimedia playing, office working, dan lain-lain. Awalnya, sistem operasi Linux yang lengkap disebut distro (distribution) Linux. Kini, sistem operasi Linux lengkap memiliki banyak nama dan dijual secara paket (bundling) dengan perangkat keras, seperti Android yang dipaket dalam penjualan smatrphone/tablet pc. Demikian pula sistem operasi berbasis Linux lainnya seperti BlankOn, Firefox OS, Chrome OS, Sailfish/Meego, Tizen, dan Ubuntu, diprediksi akan sukses seperti Android karena berisi berbagai aplikasi, dengan syarat dijual secara paket dengan perangkat keras seperti Android. Semua contoh itu adalah keluarga sistem operasi Linux, meski namanya tidak berisi kata Linux.

Share